Related Post

7 Comments Already

commenter
malingshit my asshole Said,
August 22nd, 2009 @3:59 pm  
Posted from Indonesia Indonesia

nyahaha malingsia itu memang bodoh buktinya bahasa mereka adalah bahasa yang juga dipakai oleh MONYET wkakaka fuck malingshit

commenter
August 24th, 2009 @5:23 am  
Posted from Indonesia Indonesia

awak ni,sebagai warga malingsia,malu ka..
sudah PM korang itu Seks Maniac,suke dg anak keci..korang juge tak berbudaye..lihat tak,lagu kebangsaan kami saja singkat sangat..

N E G A R A K U
Malaysian National Anthem / Lagu Kebangsaan Malaysia
Negaraku
Tanah tumpahnya maniku
Rakyat hidup bersatu dan peju
Rahmat bahagia Tuhan kurniakan
Raja kita selamat dengan ribuan wanita
Rahmat bahagia Tuhan lakhnatkan
Raja kita selamat bertakhta

Raja malaysie.. seorang Pedhophile..u know lah..

commenter
andy Said,
August 24th, 2009 @5:27 pm  
Posted from United States

Udah boss… di merah-putihkan saja web2 pemerintah paman jiran tuh…!!

commenter
weleh Said,
August 25th, 2009 @11:56 am  
Posted from Indonesia Indonesia

Memang begitu kalau negara tidak mendapatkan kemerdekaan dengan perjuangan alias pemberian, jadi tidak punya jati diri…
Saya kalau lahir menjadi di warga negara tersebut akan malu lho bukannya bertingkah ( tapi itu karena saya tahu diri!)

commenter
Malingsial Babi Said,
August 29th, 2009 @8:29 am  
Posted from United States

Malingsial adalah murid yg kurang ajar.. Coba liat sampai sekarang para petinggi dan akademisi di Malingshit adalah lulusan univ.2 di Indonesia!! Tapi ketika mereka sudah selesai belajar di Indonesia mereka malah menginjak harga diri negara tetangganya ini yg dulu sudah banyak membantu!! Air susu dibalas dengan air tuba!! Saya tidak sudi dibilang serumpun dengan bangsa biadab seperti Malingshit!! Salut buat yg bikin website ini..!! Anda telah menyalurkan aspirasi kami..!

commenter
kinaaa Said,
August 29th, 2009 @10:54 am  
Posted from Indonesia Indonesia

benci kalii kaliii kalliii ak ma malaysia tuu !!
huhuhu ..

commenter
Endi Said,
September 25th, 2009 @6:01 am  
Posted from Indonesia Indonesia

Perang Dengan Malaysia Sama Halnya Perang Dengan Minangkabau

Sep enggal sejarah kebudayaan Melayu Malaysia tersemat di Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat. Secara hitoris Batusangkar asal muasal orang Minangkabau. Kerajaan Pagaruyuang Batusangkar berkembang di sebagian belahan barat pulau Sumatera yang kemudian dikenal dengan Sumatera Barat. Tradisi merantau sejak dulu akhirnya membuat kalangan keluarga kerajaan pagaruyuang mengembangkan pengaruhnya hingga daratan Negeri Sembilan di tahun 1800-an. Inilah cikal bakal dari etnis Melayu di Malaysia, yang kemudian mendirikan kerajaan dibawah kepemimpinan Yang Dipertuan Agung Negeri Sembilan.

Sepengg al sejarah itulah kemudian yang menjadikan dasar ditetapkannya Kota Padang (ibu Propinsi Sumatera Barat) sebagai saudaranya Malaysia. Penetapan itu dikenal kemudian dengan sebutan Twins City (Sumbar — Malaysia). Sangat bertolak belakang dengan etnis Jawa yang sebagian belakangan ini mengobarkan demo anti Malaysia. Etnis Jawa di Malaysia hanya sebatas perantau, pekerja, paling tinggi sebagian telah jadi warga negara Malaysia. Sementara etnis Minangkabau adalah nenek moyang orang Melayu di Malaysia.

Fakta itu kemudian, menyimpulkan bahwa perang dengan Malaysia samahalnya dengan memerangi etnis Minangkabau. Bagi orang orang persoalan harga diri jauh lebih tinggi dari strata materi. Namun karakter budaya Minangkabau yang egaliter juga dapat terlihat dari karakter budaya orang Melayu di Malaysia. Kesamaan budaya melayu Malaysia dengan budaya Minangkabau dapat juga terlihat dari pakaian adatnya. Kemiripan disaian pakaian adat Melayu Malaysia dengan Minangkabau membuktikan adanya tali darah kekeluargaan.

Membuktikan Malaysia tak ada kaitan dengan Jawa, dapat dilihat dari desain pakaian adat istiadatnya. Selain itu juga dari tutur bahasa Melayu Malaysia itu sendiri yang sama sekali tak ada kemiripan dengan bahasa Jawa. Jawa ada kedekatan dengan sangsekerta, hindu yang tak lepas dari candi, sesajian, pesugihan, mistik-mistik seperti dikenal didua agama Hindu dan Budha.

Jadi, berdasarkan itu, pantaslah kalau rendang Padang dipatenkan Malaysia orang Padang tak marah. Sejumlah tari-tarian Minangkabau yang ditampilkan di Malaysia orang Minang juga tak marah. Sebab, yang mempatenkan rendang Padang dan menayangkan tarian Minangkabau di berbagai iklan pariwisata Malaysia itu sendiri adalah famili dekat orang Padang yang telah beranak pinak di Malaysia. Jadi pantas yang anti Malaysia hanya orang Jawa dan Bali karena mereka sama sekali tak ada ikatan sejarah.

Please Leave Your Comments Below

Please Note: All comments will be moderated