Jakarta – Mahasiswa-mahasiswa Indonesia di Malaysia, khususnya di Selangor, trauma. Dalam 2 bulan terakhir, terjadi berbagai tindak kejahatan terhadap mahasiswa asal Indonesia.
Kasus terbaru terjadi pada hari ini, Kamis (24/1/2008). Seorang mahasiswa program Doktor Psikologi Universiti Kebangsaan Malaysia, Layla Wardani, yang asli Banten menjadi korban perampokan.
Layla yang berusia 27 tahun ini baru saja pulang dari Ipoh melakukan survei penelitian. Pukul 00.10 waktu setempat, Layla tiba di kediamannya di Kompleks Hentian Kajang Selangor, yang merupakan flat yang dihuni ratusan mahasiswa Indonesia yang belajar di Universiti Kebangsaan Malaysia.
“Setiba di sana, korban memarkirkan mobilnya di bawah flat rumahnya, tiba-tiba
datang seorang lelaki Melayu dan langsung menodongkan sebuah parang ke perut
korban. Korban diminta keluar dari mobil dan pelaku hendak merampas mobil korban,” ungkap Ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Malaysia, Muhammad Iqbal, secara tertulis ke redaksi detikcom, Kamis (24/1/2008).
Layla yang juga seorang pelatih renang itu berusaha melawan dengan menutup pintu mobil. Perampok itu beraksi dengan mengarahkan parang sehingga lengan Layla terluka dan mengeluarkan darah.
Tas Layla, yang berisi 2 buah handphone, uang 900 ringgit Malaysia, dan 2 buah kartu ATM, langsung dipotong talinya dan dibawa kabur. Korban sontak berteriak sehingga menarik perhatian mahasiswa Indonesia yang berada di sekitarnya.
“Akhirnya pelaku berhasil melarikan diri bersama temannya dengan sepeda motor yang sudah menunggu tidak jauh dari TKP,” kata Iqbal.
2 Minggu yang lalu, seorang kerabat mahasiswa Indonesia yang berkunjung juga dirampok oleh 2 laki-laki yang berlogat Melayu. Korban yang bernama Hindun ditodong dengan pisau. Paspor dan uang Rp 2.000.000 dan 50 ringgit Malaysia pun melayang, tidak jauh dari lokasi kejadian yang menimpa Layla pada hari ini.
Dua peristiwa ini hanyalah contoh dari berbagai kejadian yang membuat mahasiswa Indonesia di Selangor menjadi tak betah berkuliah. “Dengan kejadian ini, mahasiswa Indonesia di Universiti Kebangsaan Malaysia menjadi takut dan cemas, karena di sekitar Hentian Kajang dalam 2 bulan ini telah sering terjadi yang menimpa mahasiswa,” kata Iqbal.
PPI Malaysia pun telah melaporkan kejadian kepada pihak KBRI Kuala lumpur melalui atase pendidikan dan SLO Polri. KBRI berencana akan mengunjungi TKP untuk menenangkan mahasiswa yang cemas atas kejadian tersebut. ( aba / aba )
Popularity: 57% [?]







Indonesia
Canada
Australia
Singapore

Posted from
Wah,keadaan ko jadi tak terkendali gini yah????
om SEOnya kurang nih,naikin lagi dunk biar no 1 di kata kunci visit malaysia